Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Needed.

Malam ini sepi. Harusnya aku sibuk mengerjakan pekerjaanku yang sudah berteriak sedari pagi. Padahal aku sudah berjanji untuk mengerjakannya malam ini, ada apa denganku ?  Apa aku merindukanmu lagi ?

Panggung Sandiwara

Sejatinya mungkin memang "belum" berarti apa - apa. Dunia dan seisinya ini cuma sebuah panggung, berdasar aku-lah pemeran utamanya, tapi terus - menerus menggertak diri agar sadar bahwa "dunia ini isinya bukan kamu doang". 

tunggu

 Tubuhku malam ini rasanya berat sekali. Berat menahan penatnya hari - hari sibuk belakangan ini, ditambah beratnya rindu yang tak kunjung kusudahi. Celengan rindu-ku rasanya sudah penuh, sudah hampir dua tahun kita tidak bertemu, iya kan? Kamu apa kabar?

Aku sudah mengerti

Kalaupun sudah ada apa - apa, harusnya tidak apa - apa. Dunia akan terus berputar pada porosnya, kehidupan akan terus berlanjut seperti biasanya. Kalaupun sudah ada apa - apa, harusnya aku tidak perlu khawatir, harusnya aku mengerti bahwa tidak semua orang mampu menunggu sesuai ingin yang diciptakan bahkan oleh kepala sendiri, semuanya butuh hal yang pasti, apapun itu, harusnya aku mengerti, bukan, maksudku aku sudah mengerti.

Kau ?

Sembari kupikuli harapan yang ada di pundakku, menujumu, kekasihku. Memotong jarak yang selalu menjadi penghalang akan temu, mematikan kicau handphone dering kesibukanmu pun aku. Tanganku siap menuju hangat pelukmu.

Melepaskan

Seisi dunia kemudian merayapi harap - harap yang telah kulepaskan dari kepalaku. Sejauh yang kutahu, aku akan lebih bahagia jika tidak lagi mengharapkan apa - apa. Orang yang bahagia adalah orang yang tidak pernah berharap, kan?

Perkara

 Jatuh cinta padamu, ternyata memang tidak selamanya membuat bahagia. Jatuh cinta padamu memang nyatanya sebuah perkara. Perkara yang membuatku kelimpungan, perkara yang membuatku meminta otakku agar bisa lupa tapi ternyata tak bisa lupa, perkaran meminta hatiku agar bisa rela namun juga tak bisa rela.

--Masih

 Apa yang sedang terjadi pada diriku ini.