Kau ?
Sembari kupikuli harapan yang ada di pundakku, menujumu, kekasihku. Memotong jarak yang selalu menjadi penghalang akan temu, mematikan kicau handphone dering kesibukanmu pun aku. Tanganku siap menuju hangat pelukmu.
Tapi,
Apa yang salah hari ini?
Apa yang salah dari pertemuan denganmu hari ini?
Naasnya aku hanya mampu memungut keping - keping yang tertinggal setelah suaramu menghilang beberapa detik yang lalu. Rasanya aku terhempas begitu jauh. Rasanya aku bukan aku -pun kamu adalah bukan kamu. Suaramu tak pernah setinggi itu. Suaramu tak pernah seberat itu, matamu tak pernah semerah itu, tanganmu tak pernah sama sekali berani terunjuk padaku.
Jika kutanya kau, sekali lagi. Sebentar, selayaknya telah kuucap saja "kau" dibanding "kamu" sebab perlakuanmu tak lagi manis seperti dahulu. Titik - titik hujan malam ini kembali kian jadi saksi air mata yang turut jatuh di pipi.
Ada apa denganmu, sayangku?
Masih pantaskah kau kupanggil seperti itu?
Ada apa denganmu?
Wahai kau yang kini memporak-porandakan hatiku. Sudah puaskah kau menghancurkan semua titik sudut hati yang kumiliki, sudah puaskah kau menghancurkan semua rasa yang kutitipkan di balik rongga dada mu itu?
Sudah puaskah kau mempermainkan aku yang sebegitu sayang 'nan cinta padamu?
Naasnya aku hanya mampu memungut keping - keping hatiku yang kini menjadi debu. Kau ada di dalam mimpiku, membunuhku dengan tanganmu, mematikan aku dalam pelukmu. Ini hanya mimpi.
Ini hanya mimpi,
Kau tak pernah ada sayangku,
Kau tak pernah menjadi kekasihku,
Kau hanya ada dalam hayalanku
Komentar
Posting Komentar