Perkara

 Jatuh cinta padamu, ternyata memang tidak selamanya membuat bahagia. Jatuh cinta padamu memang nyatanya sebuah perkara. Perkara yang membuatku kelimpungan, perkara yang membuatku meminta otakku agar bisa lupa tapi ternyata tak bisa lupa, perkaran meminta hatiku agar bisa rela namun juga tak bisa rela.

Perkara ini bukan hanya milikmu saja, pun bukan milikku saja. Perkara ini cuma perkara bayang - bayang yang kemudian kau biaskan. Aku mencintaimu, terlalu dan sungguh tapi kau tidak semerta - merta bisa meluluh-lantahkan semua perasaanku untuk jatuh ke tanah. Toh pada akhirnya, jika semua hal yang namanya jatuh membuat luka termasuk jatuh cintaku padamu sekali lagi kukatakan tidak apa - apa. Tapi terang saja, sekali lagi bahwa perkara ini bukan perkara jatuh cinta padamu saja. Perkara ini adalah bayang - bayang akan biasan harapan yang kau beri padaku, ucapan selamat pagimu, ucap maafmu, perintah tidurmu, sebatang coklat pemberianmu, ajakanmu ke toko buku, pintamu untuk kutuliskan sebuah puisi, semuanya, ya kuingat semuanya, tatap mata pertama kita, senyum pertamaku padamu, alismu yang terangkat, juga bola matamu yang mengernyit bersama dahimu, ucapan terima kasih karena telah kuberi buku. Aku mengingat semuanya, aku mengingat aku jatuh cinta padamu dengan sungguh dan terlalu. Aku mengingat kali pertama aku jatuh dan patah hati karena perasaanku.

Perjalanan ini, perjalanan merelakanmu ini sungguh memuakkan. Aku lelah, aku lelah, aku lelah, sayangku. Seharusnya jarak bisa menguatkanku, seharusnya jarak bisa menciptakan tawa - tawa rindu, harusnya aku bisa sekuat itu. Harusnya aku mampu terus menunggumu, kau percaya itu, kan?

Ya sekali lagi perkara ini bukan milikmu saja, pun bukan milikku saja . Perkara ini adalah bayang - bayang akan perasaanku yang terus menunggumu, entah sampai kapan, entah bagaimana caranya agar aku bisa berani mengirimimu pesan sekali lagi, entah bagaimana caranya agar kau bisa membalas perasaanku, entah bagaimana caranya agar aku bisa memilikimu dengan utuh bukan hanya dalam angan dan mimpiku. Aku lelah, tapi aku sungguh mencintaimu. Aku terlalu untuk itu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumohon

Harusnya menguatkan kita...