Aku sudah mengerti
Kalaupun sudah ada apa - apa, harusnya tidak apa - apa. Dunia akan terus berputar pada porosnya, kehidupan akan terus berlanjut seperti biasanya. Kalaupun sudah ada apa - apa, harusnya aku tidak perlu khawatir, harusnya aku mengerti bahwa tidak semua orang mampu menunggu sesuai ingin yang diciptakan bahkan oleh kepala sendiri, semuanya butuh hal yang pasti, apapun itu, harusnya aku mengerti, bukan, maksudku aku sudah mengerti.
Tapi, tapi mungkin aku belum siap saja. Belum siap akan cerita baru yang sedang ia rangkai disana, tentu saja tanpaku. Yaa walaupun dalam kehidupan sebelumnya memang tak ada aku tapi sekali lagi aku berharap harusnya aku ada sejak saat itu hingga seterusnya, hingga aku mati pun atau kalau kamu yang mati duluan. Sebentar, apa ini adalah sebuah kalimat pengharapan agar kamu tetap bersamaku? Ah, sebentar apa memang kita pernah sama - sama?
Kalaupun memang sudah apa - apa, kuharap aku benar - benar bisa melepasmu dengan sungguh dan tanpa pengharapan apapun lagi. Bukankah lebih baik menutup diri ? Tapi tunggu dulu, semua masih tidak pasti, kan ? Sebuah foto pun tak mampu bicara akan kejadian yang sebenarnya, kan ?
Aku harusnya tidak perlu khawatir, kupikir begitu. Toh kemungkinan di dunia ini memberiku dua opsi, bersamamamu hingga dunia berakhir atau menerima undangan pernikahanmu dengan orang lain.
Komentar
Posting Komentar