Melepaskan
Seisi dunia kemudian merayapi harap - harap yang telah kulepaskan dari kepalaku. Sejauh yang kutahu, aku akan lebih bahagia jika tidak lagi mengharapkan apa - apa. Orang yang bahagia adalah orang yang tidak pernah berharap, kan?
Tetapi, selanjutnya aku harus apa? Apakah aku melanjutkan hari - hari ku dengan terus bekerja, atau apakah aku melanjutkan hari - hariku dengan penuh kekosongan? Atau apakah ada opsi lain untuk terus berharap kepada seseorang yang bahkan untuk menyebutkan namaku di depan orang lain mungkin ia tidak bisa.
Ya tapi rasanya memang sudah kulepaskan semuanya. Meskipun sangat mengharukan sebab semuanya ternyata justru terasa setelah lepas. Kukira akan ada hari - hari baru yang melegakan, setelah aku tak lagi menaruhkan harapmu di kepalaku. Tapi kenapa rasanya justru lebih berat ya? Rasanya justru sangat hampa, rasanya justru aku tidak ingin kamu pergi tapi kamunya sudah terlanjur pergi.
Setelah ini kira - kira apa?
Kira - kira setelah harapanku semua lepas apa kau tidak akan muncul lagi di hadapanku lalu meruntuhkan semuanya? Setelah hampir dua tahun terombang - ambing akan ketidakpastian, setelah hampir dua tahun aku jatuh cinta sendirian, setelah hampir dua tahun aku mencoba untuk tidak berharap apa - apa, apa setelah ini semuanya akan lepas? Apa aku bisa menerima orang lain? Apa aku tidak akan menjadikanmu salah satu patokan untuk kembali trauma, menjadikanmu salah satu patokan untuk tidak lagi percaya atau untuk apa percaya atau jangan - jangan dengan melepaskankanmu aku bisa jadi bahagia?
Apa setelah aku lepas seluruh harapan di kepalaku akan tidak akan menyesali apapun?
Tulisan ini isinya hanya pertanyaan tanpa jawaban, tulisan ini isinya hanya harapan lagi kan? Aku juga tidak tahu sampai kapan aku begini. Tentu, tentu saja aku lelah, capek. Sudah ya. Nanti lagi
Komentar
Posting Komentar