tunggu
Tubuhku malam ini rasanya berat sekali. Berat menahan penatnya hari - hari sibuk belakangan ini, ditambah beratnya rindu yang tak kunjung kusudahi. Celengan rindu-ku rasanya sudah penuh, sudah hampir dua tahun kita tidak bertemu, iya kan?
Kamu apa kabar?
Terakhir kita berbincang di Bulan ulang tahunku. Ya, cuma lewat pesan. Aku sudah tidak pernah mendengar suaramu lagi sejak akhir Bulan Februari 2021. Kita memang tidak pernah saling bersuara sejak jarak ini terpisah jauh, ya.
Setelah kupikir - pikir, setelah kau mengingat ulang tahunku dengan baik dan mendoakanku, kita akan kembali saling. Ternyata sama saja, ya? percakapan kita sama saja dengan hari - hariku setahun belakangan ini, yaa yang tak seintens dulu. Ah, atau ini perkara kesibukan masing - masing ?
Sebab, seiring berjalannya waktu akhirnya aku paham bahwa kesibukan memang bisa memakan segalanya, termasuk ingatan agar lupa memberi kabar. Aku sempat berpikir, sekali lagi, setelah akhirnya sudah hampir tiga bulan kita tidak berkomunikasi aku pun tetap tidak bisa membuka hati. Hingga berujung pada pertanyaan "Apa memang kamu ya ?"
Ya kalau dipikir - pikir lagi, kenapa ya ? Kenapa sesulit itu membuka hati ke orang lain.
Sudahlah, aku juga tidak punya jawaban. Kurasa aku sudah terlalu banyak berpikir. Kurasa tulisanku semakin kemana - mana. Apa karena sudah lama tidak menulis tentangmu sehingga sekarang rasanya kaku sekali?
By the way, kamu belum menjawabnya.
Kamu apa kabar ?
Apa kamu membaca ini ?
Jika iya, coba kirimi aku pesan. Satu saja. Supaya aku bisa bercerita perihal kita yang semakin jauh.
Ah iya, tadi aku membuka galeriku, foto berdua kita masih ada. Tersimpan dengan rapi dan kutatap lama, tentu saja. Foto ini cuma ada di handphone-ku saja, kan? Sebab terakhir kali kita bertemu aku lupa mengirimnya untukmu.
Apa kukirim saja padamu hari ini, ya?
Biar apa?
Biar kau juga rindu. Biar bukan cuma aku.
Komentar
Posting Komentar