Aku Membencimu
Seharusnya aku harus benar - benar melupakanmu.
--
Iya, kembali aku berharap. Padahal pernikahanmu sudah jelas di depan mataku, bohong kalau aku tidak menjatuhkan satu per satu bulir air mataku. Terlalu deras, bahkan.
Kita benar - benar selesai.
Iya, tidak perlu lagi seharusnya aku memikirkanmu, semua ini harusnya sudah selesai. Cinta ini memang ada di pihakku saja. Harusnya memang cukup untuk tulusku padamu.
Iya, aku bodoh sekali ya, menunggu yang kutahu sia - sia, menunggu kamu yang kutahu tak pernah melihat ke arahku. Aku terlalu terbawa perasaan akan hubungan ini ya? Haha. Aku bodoh sekali. Aku bodoh sekali mengingatmu dan mengabaikan orang lain di tiga tahun kebelakang ini. Bodoh sekali membuatkanmu jutaan puisi.
Kamu juga jahat, kan? Harusnya begitu. Harusnya kamu juga mengakui dirimu jahat. Kamu jahat! Kamu terlalu jahat membuatku seperti ini, apa kau ingin marah karena aku mengataimu seperti itu? Tapi kamu memang benar - benar jahat. Kamu jahat pergi seenaknya. Kamu jahat karena tidak mengakhiri semuanya dengan baik lalu mengambil keputusan itu seenaknya. Kamu jahat menyia-nyiakan aku yang terlalu dan sungguh mencintaimu. Apa sesulit itu menolakku? Apa sesulit itu memberi tahu aku perihal pernikahanmu? Apa tidak bisa memberi aba - aba dulu untuk mengakhiri ini lalu mengambil keputusan seserius itu dengan orang lain?
Apa setelah ini kamu akan berpikir akan perlakuanmu padaku? Apa setelah ini kamu akan menemukan alasan kenapa aku begitu terlalu? Apa perlu lagi kau kubuatkan sebuah buku? Apa kamu terlalu menganggap dirimu begitu istimewa sampai tega membuatku seperti ini? Kamu jahat, kamu terlalu jahat. Dan naaasnya aku juga bodoh, aku terlalu bodoh.
Jarak itu terlalu kejam. Jarak dan waktu yang kita lalui di dalam maya itu terlalu kejam. Terlalu kejam yang membuatku tidak bisa bertemu denganmu, tidak bisa memaki - makimu. Aku ingin sekali memaki - makimu. Aku marah, sangat marah, aku marah sampai aku tidak tahu harus menulis apalagi. Apa ini maksudmu tentang "akhir yang kuharap tidak selesai dengan membenci? " hahahahahahahaha, bodoh sekali, aku yang bodoh sekali, setelah menyelesaikan urusan dengan masa lalumu itu kamu justru kembali melihat ke arah lain. Aku menyesali semuanya. Aku menyesali semua hal yang kita lewati, aku menyesali jutaan puisiku, aku menyesali jarak jauh yang kau tempuh yang katanya untuk aku, aku menyesali pertemuan - pertemuan yang tidak disengaja itu, aku menyesali coklat pemberianmu, aku menyesali rencana agenda ini - itu. Aku membencimu, aku sangat membencimu, akhirnya memang aku harus membencimu dulu agar bisa melupakanmu.
Pesanku sama seperti di hari ulang tahunmu 13 Maret lalu, semoga bahagia ya, semoga sehat selalu.
-Dari Aku yang berusaha untuk membencimu
Komentar
Posting Komentar