Harusnya menguatkan kita...

 Semudah itu, ternyata.


---

Aku kemudian menerka - nerka di antara ribuan sengaja yang kucipta. Pertemuan - pertemuan yang kemudian kubiarkan jatuh sesukanya pun sembuh sekenanya. Aku kemudian menerka - nerka, jikalau waktu pun berulang, jikalau tak perlu kutahu perihal tanda baca yang kau kirimkan, jikalau kau dan aku tak perlu bercanda perihal hubungan yang tak beralasan. Aku kemudian menerka - nerka perihal jemariku yang tak bisa lagi mengirim sebuah kata, apa benar kita cukup sampai disini saja ? apa jatuh kita adalah sebuah luka ? apa jatuh kita adalah sebuah kebetulan yang disengaja?


Benar saja. Sepaket di antara bahagia dan luka. Sepaket di antara senang dan sedih. Sepaket di antara bersama dan tak bersama. Sepaket di antara kau dan dia. Sepaket yang tak akan berulang, sepaket yang kemudian tak mungkin kita rangkai lagi sama - sama.


Kau datang lagi, seolah tak ada apa - apa. Kau datang lagi, seolah kita masih bisa sama - sama.


Cuacanya begitu dingin, sedingin hubungan yang telah berujung ini. Nyatanya sama saja, letaknya adalah dua jawaban tak mungkin satu, tak bisa menemukan yang sempurna, tak bisa ; tak mungkin. Kita sudah sangat jauh, sangat, tak ada yang bisa dilanjutkan, bukan, tak ada yang bisa kuperjuangkan, lagi.


Jatuh-ku kukira bersamamu, jatuh-ku kukira akan selalu denganmu.

Kuakhiri, tidak, bukan. Kau akhiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumohon