Kumohon

Titik - titik yang kuberi pada tiap kalimat itu rasanya tidak berarti lagi. Entah sejauh apa aku kini, terbawa oleh luapan emosi yang kucipta sendiri. Sejenak aku menyadari bahwa seharusnya aku tak perlu sejauh ini, seharusnya waktu berhenti sejak kau pergi. Aku lupa bahwa kamu adalah jelmaan. Jelmaan dari tiap khayal yang kubuat dan kutata dengan sedemikian hebat. Kuharap ada dalam nyataku padahal hanya dalam mimpi - mimpi indahku. Aku harusnya berhenti sekarang, bahkan harusnya berhenti sejak lama. Entah kenapa menjadi dua orang asing begitu menyakitkan, padahal awalnya pun kita hanya dua orang asing yang bahkan tak berencana untuk menimang - nimang kata "bersama".


---

Dia membawaku begitu jauh ;

Tanpa kusadari, tanpa ukiran pena yang membentuk hati. Dia membawaku pergi, pada sebuah tuju miliknya sendiri. Kukira ia akan membawaku pulang dengannya, ternyata tidak, dia hanya membawaku pergi, tak pulang, tak kembali.

Dia adalah kali pertamaku untuk semua rasa yang melilit jantungku. Dia adalah kali pertamaku untuk bangun dan tidur yang kuharap begitu setiap waktu. Dia adalah kali pertama yang aku tunggu untuk mencipta tawa - tawa lucu di setiap penatku. Dia adalah kali pertamaku merasakan semua hal baru yang kukira akan selalu kutunggu.

Dia membawaku begitu jauh, hingga tanpa kusadari aku jatuh dengan sungguh, tanpa kusadari aku menangis karena ini pun itu. Dia membawaku jauh tanpa menceritakan bahwa yang jauh tak mungkin bisa sama - sama, yang beda takkan mungkin sama, yang dekat akan selalu membuat nyaman. Dia membawaku pergi, tanpa aku sadar bahwa aku sudah sungguh terlalu jatuh, hingga kututup semua pintu bahkan jendela hatiku untuk menyambut tamu.

--

Bertahun pun sudah berlalu, akan bodoh jika masih kukatakan aku menunggumu. Akan sangat bodoh jika kukatakan bahwa sampai saat ini pun aku berusaha mencari penggantimu. Bahwa sampai saat ini jelmaan mu adalah hal nyata bagiku. Bertahun pun berlalu, aku tahu kamu sebahagia itu, apakah aku juga bisa seperti itu tanpamu?

--

Aku lupa kamu adalah jelmaan ;

Kamu memang harus pergi dan keluar dari labirin otakku sekarang, kumohon berhenti sekarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harusnya menguatkan kita...