Benang Merah
Barangkali kehadiranmu memang hanya untuk memberiku ruang untuk bahagia sementara....
---
Aku terlalu takut untuk menyatakan lebih dulu. Kamu terlalu takut untuk meredam kata ini dan itu. Kamu terlalu takut bicara, aku terlalu takut mendengarkan. Kita tak bisa sepasang, terlalu bertolak belakang. Kita suka sama - sama lupa perihal cerita itu sama - sama bukan masing - masing yang terjeda. Kita memang tak bisa sama - sama ; sudah sepantasnya selesai dan berhenti dengan sebuah tanda baca.
Iya,
Selesai juga ternyata.
Hadirmu yang setiap kali kutunggu itu kini tak lagi berasa. Anehnya, berpisah tanpa pertengkaran itu ternyata lebih menyakitkan, ya. Pesanmu masih sering kubaca ketika tiba pukul dua malam yang menjadi rutinitas cakap kita selama ini. Sudah berminggu, tidak lagi. Aku sudah tidur di bawah jam 11 malam. Tidak berharap dering teleponmu lagi. Tidak berharap pada pesan - pesanmu lagi.
Anehnya, meski berjarak, meski tatap muka yang tak pernah lagi berasa, hadirmu selalu ada. Apa karena kita selalu bertatap di layar ?
Iya,
Selesai juga, ya?
Akhirnya benang merah yang kita damba - damba itu tidak ada. Akhirnya "pisah" adalah kata di ujung cerita kita.
--
Barangkali kehadiranmu memang hanya untuk memberiku ruang untuk bahagia sementara,
Barangkali kehadiranku memang hanya untuk memberimu sebuah luka.
-ch-
Komentar
Posting Komentar