Dua Pasang Mata
Ada dua pasang mata di malam itu, terhalang oleh jarak, waktu dan keadaan, menyapa dan berharap lewat layar kaca, mendamba balasan disertai tawa-tawa lucu yang tak pernah diduga akan menciptakan rasa.
Ada dua pasang mata di malam itu, menyibukkan diri karena tak bisa bercakap lebih jauh lagi, hanya menunggu kabar tanpa cakap langsung karena sadar rasa yang diciptakan adalah rasa yang tercipta di waktu yang salah.
Dua pasang mata itu kemudian menjadi asing, kembali berbatas seolah tak pernah saling menatap.
Satu pasang mata itu tergugu, menyakiti tiap jerit malam yang hadir, memaki tiap pagi yang menepi, memungut kepingan rasa yang dicipta karena telah jatuh sejatuh-jatuhnya, patah sepatah-patahnya, dan hancur sehancur-hancurnya.
Dua pasang mata itu adalah matamu dan mataku, rasa yang salah itu adalah rasaku dan juga rasamu, dan satu pasang mata itu adalah aku yang tengah merindukanmu.
-ch-
Komentar
Posting Komentar