Alur
Di persimpangan jalan itu, akhirnya kutemukan, dengan segala keluguan hati yang dulu tak pernah patah akhirnya mematah. Di persimpangan jalan itu, kutemukan sosokmu tengah berjalan pada sebuah alur dengan seorang yang lain, yang kurasa, sangat mencintaimu. Kehadiranku, tak kutahu maknanya, sama sekali. Tak kutahu mengapa, terjebak pada dimensi.
Di persimpangan jalan itu, kutemukan, hatiku yang kau bawa jauh, arah yang tak menentu itu membelenggu, rasanya samar melihatmu bersamanya. Aku harusnya cukup berani menanyakan tentang makna "kita" ; tentang makna pesan ketika waktu tengah malam. Aku harusnya berani, meminta kejelasan, sebenarnya kita apa? sebenarnya kenapa aku patah? sebenarnya kenapa aku harus membalas semua pesanmu dengan begitu cepat sedang kau santai-santai saja.
Di persimpangan jalan itu akhirnya kutemukan, harusnya aku hanya perlu menatap langit yang sama denganmu, tak perlu turut membawa hatiku pergi jauh...
-ch-
Komentar
Posting Komentar