Curhat Dulu
Haii selamat malam!
Malam ini aku ingin cerita. Pernah gak sih kalian jatuh cinta sama orang yang baru bertemu sebentar, bercakap secara langsung hanya satu kali saja, bahkan tidak sampai 5 jam. Pernah tidak, jatuh cinta pada seseorang yang hanya bisa chattingan doang setelah berpisah di pertemuan itu. Gapernah lagi tuh liat wajahnya berhari-hari, gapernah lagi dengar suaranya berhari-hari. Pernah tidak? Pernah tidak jatuh cinta sama orang tapi ga ketemu alasannya apa, gabisa ngejawab pas orang nanyain "Ngapain jatuh cinta sama dia? Kenapa nggak jatuh cinta sama orang yang jelas-jelas menyatakan rasanya padamu?", Pernah tidak jatuh cinta pada seseorang yang sama sekali gak bisa nyari pembahasan supaya terus berbincang padahal kamu pengen banget tuh, cerita sama dia sesuai sama topik pembicaraan yang dia bawa. Pernah tidak jatuh cinta sama seseorang yang semuaaaa kesukaannya mirip sama kesukaanmu, tapi tetep aja gabisa nyari pembahasan sama sekali? Pernah tidak jatuh cinta sama orang yang kalau kamu chattingan sama dia bakalan sering banget ngirim emoji doang, dan kamu cuma bisa nanya "kenapa?" terus ga dibales lagi, berhari-hari, sampai dia ngebalas stories mu dan akan bersiklus seperti semula, ya, emoji doang. Pernah tidak? Jatuh cinta sama orang pendiam yang diam aja bisa buat kamu jatuh cinta, bagaimana seandainya dia kemudian membuatmu luluh dengan kata-kata manis seperti di luar sana, ya?
Ah, iya ! Akhirnya, setelah 22 tahun aku menanti yang kata temanku disebut jatuh cinta itu, kurasakan juga. Akhirnya, teman-temanku puas meledekku "Rasain! Gimana rasanya diphp-in? Enak ga?" // "Gimana? Belum ngungkapin aja udah dighosting duluan" .. Kesel gak? Ya kesel lah.. Kesal karena terus kepikiran, "Dia baik-baik saja tidak ya" // "Dia lagi sibuk gak, ya?" // "Hari ini dia dimana, ya?" selain diam aku cuma bisa mendem. Kenapa? Karena aku tidak mengenal satupun orang yang deket sama dia, tidak tahu mau cerita sama siapa kalau tiba-tiba kepikiran dia
"Kenapa gak nanya langsung?"
Ya gak bakal lah. Tahu tidak, karena saran teman-temanku, buat ngestalk, aku jadinya ngestalk dia habis-habisan sampai aku berujung patah sepatah-patahnya. Apa lagi kalau bukan menemukan ternyata dia punya kekasih, walaupun cuma nemu bio doang. Tapi emoji nya ituloh, exactly bikin akhirnya aku yang gak pernah merasa patah hati, tiba-tiba bisa nangis gara-gara cowok yang gatau deh dia sebenarnya ngerasa apa enggak.
Gila gue curhat gini, kira-kira dia baca gak ya? Kalau dia baca mampus deh gue. Pasti dikira kekanak-kanakan banget. Tapi gapapa lah, ya. Namanya juga jatuh cinta, pertama kali, makasih aja nih akhirnya aku bisa juga ngerasain patah hati kayak teman-temanku.
Satu puisi untukmu, ya.
Maaf karena salah tempat menaruh rasa. Maaf karena terlalu cepat. Maaf karena terlalu menyisipkan apa yang seharusnya tak perlu disisipkan pada sebuah hubungan yang sama sekali tak dekat. Maaf karena lancang menaruh harap pada tempat yang awalnya kuduga tak ada penat. Maaf untuk semua perhatian yang sempat terekam. Maaf karena sempat khawatir setiap malam. Maaf karena aku harus memilih jatuh cinta padamu tanpa meminta izinmu terlebih dahulu. Maaf.
Maaf, karena menduga kamu yang jahat, padahal justru aku yang paling jahat.
---
Terima kasih semuanya, btw, kalau kalian baca ini, jangan dihujat ya, maklum, kalian juga pernah sealay ini kan pas jatuh cinta? Hehe~
-ch-
Kalukku, 17 Juli 2020.
Komentar
Posting Komentar