Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

IPku Tidak Sampai 3.0, Tidak Apa-Apa, kan?

Gambar
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ... Random sih tulisan yang ada di blog ini. Hehe.. Pagi ini mau bahas IPK. Padahal harusnya siap-siap buat ikutan MUMAS XXX HIMABIO FMIPA UNM. Sedang trend di twitter plus sedang trend juga MUNGKIN di kalangan jurusanku, soalnya junior-junior pada nanya IP ke saya. Beberapa teman bahkan dosen memang sempat mengira saya berIP dan berIPK tinggi sih.. Padahal ketahuilah teman-teman, sayapun pernah merasakan IP gak nyampe 3.0.. Di Jurusan saya standar kelulusan itu indeksnya dapat C sudah lulus. Dan kalau mau jujur saya sih rasanya susah sekali dapat C itu. Makanya saya kalau sudah dapat C udah gak ngulang, meski disaranin sama pembimbing akademik buat ngulang udah nyerah duluan. Sadar diri dan merasa sebenarnya sudah dapat ilmunya, entah kenapa nilainya seperti itu, ya mungkin karena memang ada banyak nilai-nilai yang lebih tinggi di angkatan atau di dalam kelas. Di Jurusan bisa ngulang kok, kalau mau. Cuma akhir-akhir ini Saya lihat...

B E N C I

Gambar
Aku rindu menulis tanpa rasa apa-apa. Tanpa cerita yang diketahui orang-orang. Tanpa praduga-praduga. Dulu, menulis itu kebebasan, sekarang aku harus menuntut pilu aliran pembaca. Ada beberapa yang tak boleh kutulis, supaya menjaga rasa orang lain. Berhenti berkata, itu hakku untuk menulis. Aku ini manusia. Punya rasa juga. Tak bisa ditawar juga. Aku cuma ingin berkata, berhentilah seolah membuat dirimu korban. Masa lalu itu, adalah masamu dan masaku. Bukan masaku saja, dan tentu bukan masamu saja. Berhentilah, berhenti seolah paling terluka. Berhenti menyambung cerita yang dulu katamu tak ingin menulisnya... Iya, Kali ini akhirnya aku bisa marah. Setelah lama memendam. Setelah lama terdiam. Aku memang sempat menyukaimu, begitu dalam, sungguh. Dan aku tak ingin sama sekali membencimu. Nyatanya, semua tidak bisa kuduga, kini aku membencimu. Kini aku kembali jadi batu. Kamu, aku menghargaimu, tapi tidak untuk kali ini, tidak untuk semua kata-kata manismu demi wanita yang enta...

Aku Cuma Merindukanmu

Gambar
Selamat malam.. Bagaimana kabarmu? Kuharap kamu baik-baik saja, sama seperti diriku. Meski mungkin menurutmu aku hanya terkesan untuk terlihat baik-baik saja di hadapanmu. Sudah hampir satu bulan, kita terjebak menjadi dua manusia asing. Entah marah, atau memang egois itu memang nomor satu untuk diperjuangkan. Ya, aku akui aku yang egois. Termasuk, egois untuk menginginkan kita tetap bisa bertemu, berdua saja, bercerita tentang hari yang melelahkan atau repotnya rasa tanpa kepastian. Hey, apa aku mengutarakan seperti aku sedang merindukanmu? Tapi nyatanya begitu. Aku hanya tidak habis pikir mengapa sekelibat rumit ini bisa datang padaku. Kuakui, aku memang mungkin tak pantas untukmu. Kuakui, bagaimanapun itu, apapun yang kulakukan akan aku yang salah di mata orang lain. Lagi, "orang lain". Aku bahkan dulu sama sekali tidak memikirkan apa yang orang lain katakan akan sikapku. Tapi sekarang, lihatlah. Sejak kalimat orang-orang lain itu terdengar, akhirnya aku paham ...

Pimpinanmu itu juga Manusia

Gambar
Assalamualaikum,teman-teman. Sedikit ingin menulis saja hari ini, harusnya tulis proposal saja ya.Hehe. Sedikit bercerita,tapi jangan salah menilai. Ini bukan sebuah curhatan. Seperti pada umumnya, organisasi ketika dipijaki yang dilihat pertama kali pasti Pimpinannya.Itulah mengapa, jadi pimpinan atau ketua dalam suatu organisasi itu berat. Tapi,dibalik keberatan itu disitulah letak pelajaran yang teramat dalam. Pimpinanmu itu juga manusia, sama sepertimu sama-sama hamba-Nya. Sama sepertimu, sama-sama punya rasa. Jadi, jika suatu hari dia jatuh di hadapanmu, tangkaplah.meski selayaknya memang seorang pimpinan tidak boleh seperti itu. Ah teman-teman,aku lupa, aku menulis ini bukan berarti aku hantam penuh tentang organisasi. Aku hanya ingin menulis saja. Pimpinanmu itu juga manusia. Hatinya khawatir setiap malam tentang kalian, semoga saja kalian khawatir dengan dia. Dia itu bingung setiap hari ingin mengirimimu pesan, sekadar bertanya “Kamu, masih mampukan bertahan?” ...

Terima Kasih

Gambar
Terima kasih. Untuk tanggal 21 Juni 2019,yang telah berulang 21 kali dalam diri. Jatah hidup di bumi kembali berkurang satu lagi. Refleksi menjadi seseorang yang dewasa. Melawan rasa malas untuk memulai hal baru dan keluar dari zona nyaman pun menjadi hal yang rumit dibicarakan apalagi menyangkut penyelesaian pendidikan dan persoalan memilh pasangan. Untuk ucapan yang mendoakan tetap menjadi seorang Sari Bulan Wahyuni yang sebenarnya, meski sebenarnya tak kutahu diri yang mana yang kalian ingin tetapkan. Maka senantiasa kuhaturkan agar saya bisa menjadi hal yang kalian sukai, meski kuyakin tak mampu untuk memenuhi semua ingin dari manusia di semesta ini. Satu tahun kembali berlalu, dengan tanggung jawab yang baru sebagai seorang Pimpinan Umum. Sering dikatakan semakin menyusut, tubuh semakin kecil nan kurus karena pikiran yang menggebu-gebu. Terima kasih,karena masih peduli untuk mendoakan diri yang tak sempurna ini. Kuucapkan untuk seluruh makhluk bumi yang merayakan deng...

Menatap Cermin

Selamat malam. Aku ingin bercerita, bukan karena tak punya teman cerita, tapi rasanya tulisan lebih bisa menggambarkannya dibanding suara. Rasanya ingin kukeluarkan semuanya disini, tapi, seperti biasa, aku hanya manusia tempatnya lupa. Mungkin saja aku tidak handal sama sekali mendetailkan sebuah cerita hingga akhirnya suara sumbang justru menerka lantas melanjutkan kisah yang kemudian justru pembacanya lebih banyak dari cerita sebenarnya. Bukankah hal itu nyata di lingkungan kita, teman-teman? Kita tilik sebentar, di masa lalu. Kala semua baik-baik saja. Mungkin, kalian yang membaca ini berpikir bahwa aku adalah tokoh paling egois yang hanya tahu membuat sebuah tulisan pembelaan dan menjadi pecundang karena tak ingin langsung berbicara.Tapi nyatanya, aku adalah manusia yang membuka suara namun ditolak mentah-mentah dengan ucapan yang sangat menohok diselingi senyum beribu arti “ Aku tidak apa-apa ” sseperti yang diucapkan tokoh yang sekarang entah ingin kusebut teman ...