Terima Kasih

Terima kasih.
Untuk tanggal 21 Juni 2019,yang telah berulang 21 kali dalam diri. Jatah hidup di bumi kembali berkurang satu lagi. Refleksi menjadi seseorang yang dewasa. Melawan rasa malas untuk memulai hal baru dan keluar dari zona nyaman pun menjadi hal yang rumit dibicarakan apalagi menyangkut penyelesaian pendidikan dan persoalan memilh pasangan.
Untuk ucapan yang mendoakan tetap menjadi seorang Sari Bulan Wahyuni yang sebenarnya, meski sebenarnya tak kutahu diri yang mana yang kalian ingin tetapkan. Maka senantiasa kuhaturkan agar saya bisa menjadi hal yang kalian sukai, meski kuyakin tak mampu untuk memenuhi semua ingin dari manusia di semesta ini.
Satu tahun kembali berlalu, dengan tanggung jawab yang baru sebagai seorang Pimpinan Umum. Sering dikatakan semakin menyusut, tubuh semakin kecil nan kurus karena pikiran yang menggebu-gebu.
Terima kasih,karena masih peduli untuk mendoakan diri yang tak sempurna ini.
Kuucapkan untuk seluruh makhluk bumi yang merayakan dengan ucapan atau hanya salam lewat angin yang menyampaikan. Terimakasih khususnya Orang tua dan Keluargaku, Para Bureng Bergerilya yang anti ucapan “Selamat Ulang Tahun”, Keluarga BIOmaku, terlebih kepada kepengurusanku yang terlalu sabar menghadapi perintah dariku dan untuk semua yang peduli padaku.
Untuk readers wattpadku, terima kasih karena selalu menghantui pertanyaan mana cerita kemarin, maka sungguh maafkan diri ini yang tak pandai mengatur waktu justru diatur oleh waktu hingga tidak mampu mengerjakan naskah itu.
Maaf jika 20 tahun kemarin melukai hati.
Maaf jika ada hal yang membuatmu menjauh lalu membuat naskah baru kemudian menjatuhkan dan mencoreng nama baikku. Aku bukan tipe orang yang mudah membenci, tapi jangan biarkan aku tenggelam untuk membenci kalian yang kini menjadi salah satu cerita yang mungkin saja indah kuceritakan, terima kasih atas pelajaran berharga.
Terima kasih,untuk semuanya.
Doakan saya, selalu ya.
Ah iya satu lagi, terima kasih untuk yang kemarin berhasil membuatku belajar bahwa tak ada yang hati yang siap menanti tanpa hal yang pasti selama berhari-hari. Serta untukmu yang berani menyelinap dalam hatiku yang mungkin saja kusadari atau tidak, terima kasih jika tengah mencoba melembutkan hati yang kurasa sudah sangat membatu ini.
Terakhir,
Salam hangat untuk kalian semua, dariku yang tak hentinya mengucap maaf.

Makassar, 21 Juni 2019
Sari Bulan Wahyuni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumohon

Harusnya menguatkan kita...