Terlalu jauh
Seharusnya tidak sejauh ini.
Malam - malam kemudian akan menjadi semakin dingin ketika nyatanya aku semakin ingin kamu disini, tapi kamu tetap memilih disana. Kamu ingin aku pergi tapi kamu sendiri tidak ingin pergi. Kamu ingin aku duduk di depanmu sambil memakan makanan favoritmu tapi aku ingin duduk di sebelahmu berbincang soal tujuan hidup yang belum tertata itu. Kamu dan aku terlalu beda, ya ? atau masih ada yang sama meski terpisah jarak plus waktu yang kemudian menjadi masalah ?
Loh.. loh..
Kenapa baru bermasalah sekarang, sih ?
Jika saja, jika kamu disini mungkin memang akan mudah, ya ? Mungkin permasalahan perihal pulang - pergi tidak akan pernah ada, mungkin jatuh cinta tidak perlu serumit ini, mungkin jatuh cinta memang harusnya tidak serumit ini, atau ini bukan jatuh cinta ? Apa ini jangan - jangan cuma sebuah perjalanan untuk belajar menerima keadaan ?
Jika saja, jika. Jika kamu ada disini mungkin aku tidak perlu berpikir ini dan itu, ya ? ...atau bahkan jika kamu ada disini kita mungkin tidak akan bertemu ?
Pesanmu dua hari lalu belum kubalas dan kamu pun memilih untuk tidak mengirimnya lagi. Kamu sudah menyerah, ya ?
Katanya ingin berbicara "soal kita". Padahal arti dari kita itu banyak sekali, padahal kalau mau dipikir - pikir kata kita belum mampu untuk diamini, padahal kita belum jadi kita, kita seharusnya masih aku dan kamu saja. Padahal kita itu berat, padahal kalau kita berbicara perihal kata kita selanjutnya akan muncul kata "dia". Sebentar, kan... kubilang juga apa, kita tidak boleh berbicara soal kita. Kita belum pantas disebut kita. Kamu cuma ingin berbicara soal hubungan, kan ? Hubungan yang sejatinya bermakna dua arah, bukan satu arah. Hubungan yang seharusnya selalu bernama. Hubungan yang seharusnya jelas tujuannya mau kemana. Kamu ingin berbicara soal itu, kan ? Harusnya jangan bilang soal kita, karena nanti fokusnya akan di kamu saja, selalu begitu, setiap saat, setiap kamu ingin beriming - iming tentang kita padahal isinya cuma kamu saja.
Sebentar...
Sebentar...
Sebentar...
Harusnya tidak sejauh ini, harusnya kamu berhenti akupun begitu. Kamu harusnya bisa menemukan satu orang lain yang bisa menemanimu makan dan berkeliling di bagian lain dari dunia -itu. Bukan aku. Aku tidak bisa pergi kesitu dan kamu tidak mengerti itu. Aku tidak mau jauh tapi kamu selalu ingin pergi jauh. Aku tidak suka dingin, tapi kamu menyukai musim-mu itu. Apa aku terlalu memegang kendali ? Apa memang perlu membicarakan soal kita lagi ? Apa kita tidak bisa berhenti saja di pertengahan jalan ini ?
Komentar
Posting Komentar