berakhir.
Kulampirkan di bawah ini, sebuah pesan yang tidak sempat kukirim di malam penuh tangis yang kemudian kufikir dan nyatanya benar bahwa tidak akan pernah kukirim. Tidak apa orang lain membaca, agar mereka tahu beberapa alasan mengapa aku menutup diri dari mereka...
---
Assalamu'alaikum kak.
Kak minta maaf ka sebelumnya kalau lancang ka, sebenarnya tidak berani ka juga bilang ini tapi tidak bisa mka kayaknya begini terus. Capek sendirika, wkwk. Mungkin agak panjang jadi baca pelan - pelan ya kak.
Begini kak, mungkin sadar atau tidak sadar dirasaji kalau ada sebenarnya perasaanku ke kita. Iya begitumi, pokoknya begitu. Tapi bukanji tanpa alasan tumbuh, ada beberapa hal yang kemudian buatka seperti ini, itupun ya pasti dari kita'ji. Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api, toh kak? atau sayaji iyya baperan?
Tidak bisa ka kurasa terus bertahan di antara hari - hari yang membingungkan. Terlalu dimakanki sama jarak dan komunikasi yang sebenarnya itu-itu saja, dan tidak tahu juga kenapa bisa sedalam ini kak :')
Bukanji mauka buatki merasa bersalah atau apa, tapi tidak bisaka begini terus kak, capekka kurasa. Capekka menduga - duga perihal kita sebenarnya bagaimana, kita sebenarnya dimana, sedang apa dan sebenarnya sudah ada atau tidak. Kita ini sebenarnya samaji tujuannya atau teman jaki saja memang?
Kita ini jalan sama - sama jki atau sayaji yang terjebak? Capekka untuk semua tanda tanya yang ada di kepalaku kak.
Sebenarnya harapanku kemarin pas sudah ki kukasih bukuku bisa mki mengerti tentang ini. Tapi ternyata tidak, atau mungkin mengerti jki cuma ya memang tidak ada ji apa - apa ta ke saya.
Ituji kak, maaf sekali lagi kalau lancang ka kak, maaf kalau sebenarnya ada hati yang mungkin sedang terjaga, maaf karena mungkin seharusnya bisa jka memendam lagi untuk setidaknya tidak kuungkapkan. Tapi makin kesini makin sadarka' untuk bisa jujur sama diri sendiri yang seperti kita bilang, dan ini jujur mka kak tentang keanehan - keanehan yang biasa kita bilang hehe...
Sekali lagi maaf kak, dan kalau memang di kita' tidak ada ji apa - apa, izinkan ka untuk mencoba menghapus semuanya kak, supaya tidak sakit mka, supaya setidaknya bisaka sadar perihal cinta memang ujungnya tidak selalu bahagia, karena seperti yang kutulis di note yang mungkin kita buang mi "nyaman itu nyatanya memang jebakan, ya" :)
Terima kasih, kak.. Terima kasih untuk semuanya 🫣🐱
(14.01.2023 / 21 : 31 WITA, not send)
--
Dari sepersekian detik kutaruh jutaan harapan perihal aku dan kamu. Kukira, dengan diam - diamnya perasaanku bisa mendapatkanmu, ternyata ada seseorang yang lebih kencang doanya daripada aku.
Dari sepersekian perjuangan yang sudah kulakukan, dari sepersekian cerita yang telah kurangkaikan, dengan sepersekian kata yang telah kubuat jutaan puisi akan kamu yang ku cinta ternyata tidak berarti apa - apa. Harusnya aku bisa lebih cepat tahu diri, harusnya aku bisa lebih cepat merasa bahwa semua yang jauh terangnya akan susah untuk di dekatkan. Pun rasa yang sama akan kalah dengan restu semesta.
Dari sepersekian cerita yang sudah kujadikan kamu sebagai tokoh utama, ternyata tidak berakhir bahagia. Ternyata cinta pertamaku itu tengah sibuk dengan cintanya. Dari sekian juta cerita tentang jarak dan rasa, aku kalah, benar - benar kalah. Aku akan menulis sejuta rangkaian terakhir untuk kisah kita. Aku sudah berhenti menanti perjuangan di balik layar mu. Kita harusnya tidak membuat pertemuan itu. Kita harusnya tidak usah menentukan titik temu itu.
Aku kalah,
Februari, 9. 2023
---Ditulis setelah mendapat kabar kau akan segera menikah, dari aku yang berbahagia dan juga terluka---
Komentar
Posting Komentar