Manusia itu menciptakan patah hati yang luar biasa. Membuatku terjatuh ke dalam jarak yang sangat jauh, sungguh jauh. Aku tidak tahu dengan pasti, apakah Tuhan mengujiku dengan hal seberat ini, atau Tuhan memang mengirimmu untuk membuat hariku lebih baik lagi. Kamu tidak punya hal-hal yang sangat wajar untuk membuatku jatuh cinta pertama kali. Membuatku terlena sampai-sampai rela menjatuhkan air mata. Aku tidak tahu, mengapa perasaan begitu penting bagi umat manusia, mengapa aku harus mengenalmu,
mengapa aku harus membagi perhatianku untukmu.
Patah hati yang kau tancapkan begitu sakit itu niat kubawa ke tempat kita bertemu pertama kali, berharap agar aku bisa meninggalkannya disana. Namun ternyata tidak. Aku salah sekali. Aku malah semakin patah hati. Bayangan tanpa sosokmu itu semakin menghantui. Tidak lagi, aku sebenarnya tidak ingin lagi datang ke tempat itu, datang kesana di hari itu membuatku berharap tak akan ada lagi luka. Nyatanya, sehari setelahnya aku justru makin terluka. Aku terluka, karenamu, manusia unik yang kutemui dalam waktu yang singkat, yang bisa membuatku jatuh cinta hanya karena sebuah ketikan yang kurasa mungkin tak punya makna, bagimu.
Aku sungguh mengira kamu adalah orang yang dikirim Tuhanku, karena pada tiap-tiap doa itu aku baru sekali meminta dan tak malu menyebut namamu. Betapa bodoh dan tidak tahu dirinya aku ini. Aku tidak bosan menyebutmu sebagai manusia pertama pencipta patah hati terberat dalam hidupku. Pada suatu malam yang tenang itu, Tuhan semoga segera memberi petunjuk.
Ini akan menjadi yang terakhir, mungkin. Biarkan aku menjauh ya, karena hal-hal sederhana yang membuatku jatuh terlalu jauh itu rasanya sakit sekali. Jika kamu memang yang dikirimkan oleh Tuhan sebagaimana namamu kusebut dalam doaku, kamu pasti akan bersamaku. Tapi, bagaimanapun itu aku tidak pernah berusaha untuk mengganti apapun yang terjadi pada titik bahagia yang kau miliki saat ini.
Aku mencintaimu, sungguh, dengan segala hati yang kupikir hanya kagum seperti orang-orang yang hadir sebelummu, ternyata kamu berbeda dari orang-orang itu. Maaf, karena terlambat tahu ada orang lain di hatimu. Terima kasih ya, sudah menjadi saksi luluhnya aku lewat air mataku. Semoga Tuhan mengampuniku karena terlalu dalam menanggapi rasa cintaku padamu..
Semoga kamu selalu sehat disana, semoga aku juga lekas bahagia. Terima kasih lukanya :)
-ch-
Komentar
Posting Komentar