Berharap


Beberapa sengaja yang kucipta, beberapa temu yang ingin kumula, aku berlari jauh sekali, mengejar yang tak pasti.

Aku berharap, pada seseorang yang baru kukenal sebentar. Pada seseorang yang tak kutahu banyak tentangnya. Aku melihatnya, kini, dari jauh yang tak bisa kupandang, pada kata yang hanya kubuatkan cerita dalam kepala. Aku melihatnya kini yang kupikir akan membalas perasaanku dengan rasa yang sama..

Dia ada di hadapanku, samar-samar, entah tengah bersama seseorang atau tengah sendirian.. Sesekali aku merasa, kami berdampingan, meski tak nyata, meski aku yang selalu berusaha agar sejajar dengannya..

Beberapa kata, kuluapkan dengan sengaja, berharap dia tersadar akan keberadaan. Beberapa janji, sempat terucap, mungkin akan diingat atau mungkin hanya sebatas pengecap rasa sebuah percakapan..

Aku, ingin sekali marah. Tiap kali kulihat dia berhenti seolah menungguku, tiap kali aku merasa dia mengenggam tanganku, karena di tiap - tiap keadaan itu, aku berharap. Berharap pada rasa yang kumiliki untuk pertama kali ini berujung bahagia tak sendu..

Keadaannya kini, aku menulis banyak kata, berharap dia membaca kemudian merasa. Keadaannya kini, tanggapannya hanya sebuah emoji, yang kupikir harusnya aku dari dulu berhenti, tak membalas apapun pesannya lagi. Keadaannya kini, aku tetap saja membalas pesannya, bahagia tiap kali melihat namanya di layar yang kugenggam.

Keadaannya masih sama, aku berlari jauh sekali, mengejarnya, berharap mendapatkannya, berharap tak ada orang lain di sebelahnya, berharap pada tiap-tiap emoji yang dikirimkannya. Keadaannya masih sama, aku tidak pernah mengerti, bagaimana bisa aku jatuh cinta pada seseorang yang baru kukenal sebentar.

Aku sebenarnya lelah. Tiap malam berpikiran untuk menyerah, berhenti untuk tidak menduga-duga, berhenti untuk membuat jutaan harapan balasan. Aku sebenarnya lelah, pada tiap pesan emoji yang tak kutahu maknanya, pada tiap kata yang kuharap diberi kejelasan olehnya, pada kesukaan kami yang sama, dan tentunya pada harapan yang kugantung sendirian, karena nyatanya memang tak ada yang istimewa, tak ada perhatian yang dilakukan orang-orang yang tengah jatuh hati pada seseorang.

Aku sebenarnya lelah, pada hatiku yang berharap sendirian. -ch-

Kalukku, 23 Mei 2020. 00:00

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumohon

Harusnya menguatkan kita...