Hanya Cerita
Sebelumnya, ini hanya sederet kata yang mungkin akan terkesan membuang waktu kalian, tapi deretan ini benar benar kuniatkan untuk kalian agar kalian sadar betapa berharganya kalian, betapa mulianya kalian, bahkan ALLAH SWT mengkhususkan kalian dalam Al-quran dalam satu surah, An-Nisa.
Entah hati tergerak dari mana menulis kata ini, tapi telah lama terpampang pampang adik adikku teman teman ku dan kakak kakakku di sosial media sana, membuka aurat mengekspos yang seharusnya tidak diekspos. Mungkin ini terkesan menggurui tapi apalah daya, saya hanya ingin belajar menyampaikan, belajar merefleksi diri, belajar mengingatkan diri sendiri.
Saya pun pernah berada diposisi kalian, menggunakan baju sempit, jeans, baju kaos lengan pendek, rambut terurai..
Semacam ada kesenangan tersendiri terbesit ketika kita meng-upload foto kita ke sosial media kemudian di "love" dan di "comment" oleh orang orang yang mungkin memang terkesima atas hasil jepretan kita, hasil ekspos nya kita atas tubuh kita. Semacam ada kesenangann sendiri ketika kita keluar dari rumah tanpa menggunakan jilbab kita, entah itu karena panas atau apalah namanya. Namun sadarkah kita bahwa neraka pun lebih panas dari semua itu? Namun sadarkah kita? Tidak tahu kah kita akan hal itu Tahu. Kita bahkan sangat tahu.
Sadarkah kita bahwa satu langkah kaki kita keluar rumah tanpa menutup aurat akan membuat ayah kita satu langkah ke neraka pula? Kita tahu itu, namun kita enggan untuk bersadar.
Kita masih sibuk dengan pekerjaan kita, kita masih sibuk dengan masa muda kita, kita masih sibuk dengan pujian pujian dari orang orang disekitar kita apalagi ketika kita dipuji oleh seseorang yang memang dijadikan dasar untuk hal yang kita perbuat
Kita masih sibuk menjudge, menyela, mengatakan sok alim kepada mereka yang mengingatkan kita
Sungguh ironi bukan?
Piciknya adalah kita selalu membanding bandingkan antara akhlak si pembawa nasihat dan apa yang dibawanya itu.
Tapi saya kasih tahu ya, Dik. Akhlak kita itu perkara lain, aurat pun perkara lain.
Miris nya lagi kita sekarang, adik adik kita yang sudah mulai mengekspos bebas aurat nya, foto nya berbalut pakaian mahal namun "kekurangan bahan" siapa yang kita mau salahkan? sedang mereka pun jua melihat kakak kakak nya mengekspos lebih luas lagi.. Tak sadarkah kita dengan apa yang kita lakukan hanyalah akan mengundang syahwat para kaum adam? Mirisnya adalah jika memang niat kita adalah untuk mencari ketertarikan dari mereka, nauudzubillahiminzalik...
Teman temanku, Mungkin saya tidak pantas menasehati kalian, tapi ingatlah orang tua kalian, ingat masa depan kalian, bagaimana kita harus menjaga diri kita baik baik sebagai seorang wanita. Jangan lah kita mengumbar aurat kita, badan kita, rambut kita kesana kemari. Tidak kasihan kah kalian kepada suami suami kalian kelak?
Kita masih terlalu khawatir, bagaimana jika tidak ada seorang pun tertarik padaku jika aku menggunakan jilbab panjangku? Bagaimana jika tak ada yang melamarku? Bagaimana jika nanti aku tidak mempunyai teman lagi karena merasa risih denganku? Bagaimana jika teman temanku tidak menganggapku ada lagi?
Bagaimana?
Bagaimana?
Bagainana?
Ah dunia memang indah, dan setan pun akan mengirimkan mu sejuta kalimat untuk merangkai kata "bagaimana" dalam otakmu, kawan. Padahal kita sendiri tahu, Allah telah menyiapkan kita, bahwa manusia akan hidup berpasang pasangan. Sesuai dengan Surah An-Nur : 26
Allah SWT berfirman:
اَلْخَبِيْثٰتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِ ۚ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِ ۚ اُولٰٓئِكَ مُبَرَّءُوْنَ مِمَّا يَقُوْلُوْنَ ۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)."
Lantas apa yang kita takutkan lagi? Sang Maha telah menjanjikan kita.
Bukan kah teman teman yang baik akan mendukung kita jika kita melakukan hal yang baik?
Kita terlalu khawatir akan dunia, tetapi kita jarang sekali memikirkan akhirat kita. Sedang kita tahu, masih hidupkah kita tahun depan? bulan depan? besok? bahkan masih hidupkah kita setelah membaca tulisan ini sampai habis?
Kawanku, mari kita sama sama mengingatkan betapa berharganya kita, betapa kasihannya orang tua kita terjerumus kedalam neraka hanya karena kita mengumbar aurat kita, betapa kasihannya jika aurat kita tertutup untuk pertama dan terakhir kalinya di dalam liang lahat tempat terakhir kita di letakkan sebagai makhluk yang penuh dosa.
Tulisan ini hanya untuk mengingatkan, khusus nya mengingatkan diri sendiri, maafkan bila terlalu dalam menyakiti karena jika benar kalian tersinggung itu bukti bahwa ada iman dihati kalian, semoga kaliam segera menjemput hidayah yang sedari dulu menanti kalian.
Terakhir ingatlah
Allah SWT berfirman:
وَقُلْ لِّـلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَـضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَآئِهِنَّ اَوْ اٰبَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُـعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ ۗ وَتُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
(QS. An-Nur 24: Ayat 31)
Salam dari saudara seimanmu
-ch-
Komentar
Posting Komentar