Langit biru hari ini terlihat seperti biasanya. Ada cerah di ujung sana, namun terselip mendung di titiknya. Angin hari ini tertiup seperti biasanya, hanya saja ada setitik hembusan kecewa dan amarah yang entah dari siapa. Kedipan mata pertama hari ini adalah bayanganmu, yang entah sedang mempersiapkan apa hari ini. Apakah pagi hingga soremu menyenangkan? "semoga saja" aku akan berbahagia jika dugaanku itu benar, walaupun aku juga tidak tahu untuk apa aku berbahagia karenamu.
Berbeda dari tadi pagi, malam ini dingin. Walaupun tak sedingin dirimu yang menatapku hingga membeku. Hujan kembali hadir, membuat genangan ditiap titik itu. Genangan, iya hanya genangan, jangan kau harap ada kenangan lain selain kenangan kau memayungi ku karena malam telah hadir kala itu.
Selamat malam, untukmu yang tersenyum pagi tadi. Matamu mungkin tak sekelabu kemarin. Dan aku benar benar terpaku, lagi. Ini bisa terhitung jari, karena biasanya aku hanya mendapati tatapan sinis darimu jika berada didalam lingkup itu. Wajahmu tak lagi sesayu kemarin, aku seperti membaca setiap tarikan garis senyumanmu padaku tadi pagi, ada apa? Adakah setitik cerita baik untukku disana? Mengapa kita tak saling menegur tadi? Ahh, iya aku lupa. Kita masih sibuk mendoakan agar tak ada yang meninggalkan.
Aku akan mencoba memahami dan mencoba untuk kembali berharap, mungkin takdir hari itu akan berganti, dan lagi kuucapkan *semoga saja". Walaupun masih tak pasti, inginkah kamu mengulang hari itu? Hari dimana kamu membuat ku memikirkan mu sepanjang malam. Hari dimana aku harus beristigfar Kepada-Nya karena aku takut DIA cemburu padamu. Hari dimana aku menyebut namamu berkali kali disetiap selipan akhir doaku di lima waktuku, agar aku tahu benarkah kamu yang tercatat bersama ku di sana?
Selamat malam kamu, yang pagi  tadi terlihat baik baik saja, semoga benar adanya kamu baik baik saja.
Salam dari hati yang masih ingin mengulang takdir di hari itu :')

-ch-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumohon

Harusnya menguatkan kita...