Capek
Malam begitu dingin.
Kurasa, semakin hari tubuhku mulai lelah dengan segala macam kisah - kasih duniawi. Langit - langit kamarku mungkin tertawa melihat siklus kehidupanku yang begitu - begitu saja setiap hari...
Kuteriakkan setiap lembar kertas di kehidupan ini dengan fase - fase yang kukira akan semudah itu di usia 26 Tahun ini.
Ternyata tidak semudah itu.
Ternyata sendiri tidak semembahagiakan itu.
Ternyata aku butuh teman cerita.
Ternyata aku butuh seseorang untuk pulang bersandar dengan lelahnya dunia.
Tuhan, aku tahu sendirian itu menyenangkan. Tapi ini kelamaan, gak sih ?
Harus berapa banyak lagi angin itu lewat kesana - kemari.
Apa memang selayaknya tidak usah kutunggu saja ?
Apa memang selayaknya Kau ciptakan aku untuk tidak perlu ?
Tuhan, kerap kali aku berpikir untuk apa mereka - mereka itu hadir dalam hidupku jika tidak ingin menetap untuk tinggal selamanya. Kupikir aku tidak seburuk itu ; aku mampu ini dan itu -- tapi, mengapa mereka tetap memilih pergi ?
Apa memang aku tidak pantas untuk dikasihi ?
Tuhan aku butuh manusia untuk pulang.
Aku tidak punya teman cerita.
Aku tidak punya manusia untuk kuajak bicara.
Aku tidak punya manusia untuk kuadukan tentang kejamnya dunia.
Tuhan, aku benar - benar lelah. Aku tidak tahu memilah. Aku butuh diarahkan perihal hidup yang sangat berat untuk kuperankan. Aku butuh seseorang untuk menjalankan semua skenario yang kau tuliskan.
Tuhan, aku benar - benar lelah sendiri. Tapi aku juga takut memilih..
Komentar
Posting Komentar