larut
Bicara soal perasaan yang telah larut terlalu jauh. Tak terasa waktu berlalu, Bulan Maret telah sampai lagi di hadapan mataku. Sejauh ini, sejauh aku berlari, sejauh aku menahan semua pedih, ternyata aku masih sebegini. Kurasa bahwa banyak di sekitarku tapi aku masih berada disini, di Bulan Maret yang dulu sangat kunanti tapi kini malah menjadi saksi betapa hancur dan perihnya ditinggal pergi. Harusnya kita paham. Bukan. Harusnya aku yang paham, bahwa hal yang sudah kita tahu resikonya, lebih baik tidak usah dimulai saja.
Mentari yang kutilik tiap hari itu semakin membakar amarahku. Setiap saat aku menangisimu, sebab semua terasa sulit untuk dirasakan, semakin terasa sesak bila dipikirkan. Katamu katakan saja semua, tak perlu ada yang disembunyikan pun dikhawatirkan tentang kita. Semuanya hanya sesaat saja. Katamu semua akan baik - baik saja, asal terhubung perkara hati antara kita. Tapi tetap saja, perkara khawatir akan tetap menghantui pikiran kita.
Karena dalam masa - masanya yang katanya sulit itu, aku mencarinya dengan sungguh, menemaninya dengan utuh. Sampai pada saat kupikir "oh jarak ini bukan masalah, kita masih bisa sama - sama". Dan aku benar, jarak itu bukan masalah yang jadi masalah adalah latar belakang keluarganya.
Lihatlah kamu sekarang, tampak mesra dengan dia yang tak pernah kusebut dalam sebuah cerita, memegang tanganmu erat, menilik mata yang sangat kuharap.
Lihatlah kamu sekarang, ternyata di depanmu bukan kopi buatanku, ternyata di lenganmu bukan lingkar dari tanganku, ternyata aku bukan bahagiamu, ternyata kita bukan impian - impian yang kita rangkai dulu.
Kau tahu kan bahwa satu hal yang menyenangkan adalah menjelajahi kisah di masa lalu yang membahagiakan ? Kuakui bahwa sejauh ini kamu adalah manusia yang benar - benar telah membuatku merasakan bahwa cinta itu nyata. Meski tak sama - sama, aku senang pernah bahagia. Kuharap kaupun sama, sama - sama merasa bahagia.
Aku percaya, takdir akan sesuai jalannya, seberusaha apapun aku di masa itu, kau memang bukan milikku. Aku bahagia dengan hidupku, aku bahagia melihat semua yang terjadi padamu, sehat selalu, ternyata ikhlas melepaskan begitu sangat indah, ternyata tak ada gunanya aku gundah gulana.
Kau tahu bahwa bercerita adalah hal yang favorite-ku, kan ? Maka cukup untuk membacanya, aku tak menuntut apa - apa.
Komentar
Posting Komentar