bukan kamu

 Bila saja aku pada akhirnya bersamamu...


--

Bila saja, dalam rentang waktu yang sudah kita perkirakan itu terwujud. Saat ini adalah saat dimana aku ada di sebelahmu, dengan secangkir kopi di hadapanmu. Kopi kesukaanmu, dulu.

Bila saja dalam sebuah waktu itu, aku memilih untuk ikut bersamamu, maka hari ini, mungkin akan kutemukan kau dengan letih seletih - letihnya penat akan sebuah senyum pura - pura yang selalu menghias wajahmu.

Bila saja hari ini, aku turut bersamamu di dalam linimasamu mungkin aku tidak akan tahu bahwa meninggalkanmu memanglah sebuah hal yang perlu.

Aku telah menemukannya.

Di sebuah relung hatiku, menyudut bertahun katanya. Pintu yang telah terbuka dengan begitu lebarnya, kehilangan gembok sebab kau yang memegang kuncinya.

Telah kuambil kembali, telah kupegang sendiri, tapi tetap saja, kubiarkan orang - orang berlalu lalang di dalam pikiranku, bukan, di dalam hatiku.

Telah kujadikan ia pertanda bahwa jatuh adalah sebuah percaya. Jika pada satu masa kubiarkan saja ia menilik satu per satu bagian organel - organel sel yang telah rapuh itu.

Kujadikan ia pertanda bahwa jatuh tak selamanya patah, bahwa tak semua jatuh itu sakit, bahwa jatuh yang indah adalah jatuh cinta.

Bila saja dalam rentang waktu yang lama itu aku tak bersamamu, mungkin aku tidak akan pernah belajar perihal jatuh cinta pertama yang sulit membuatku lupa yang berujung trauma.

Bila saja dalam rentang sebuah waktu itu kita tak berpisah, aku tidak akan mengutuk diriku yang percaya - percaya saja pada sebuah hubungan tak bernama, harusnya tidak sebegitu lama.

Bila saja aku pada akhirnya bersamamu, puisi - puisi itu akan menjadi sesuatu yang hangat bagiku.

Bila saja aku pada akhirnya bersamamu, aku tidak akan hancur sebegitu.

Bila saja aku percaya akan semua hal itu, aku semestinya malam ini sedang bersamamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumohon

Harusnya menguatkan kita...