baru

Nyawaku kembali,

Aku sudah bisa memerangi diri,

Biarkan aku kembali menulis,

Perihal kisah kasih yang entah kapan berhenti...

Kuharap berhenti dengan bahagia bukan luka, kuharap berhenti dengan rasa gembira bukan patah di dalam hatiku pun hatinya..

Kukira aku akan terus menutup diriku akan kehadiran siapapun di depan mataku. Ternyata tidak, ternyata dia bisa mendobrak pintu tak berkunci itu. Ternyata dia mampu membeli perabot baru yang indah dan membuatku bisa senyaman itu. Tapi, dia terlalu jauh. Dia tak bisa kutemui dengan sekejap mataku. Jika kutilik - tilik, jarak saja aku tak mampu, apalagi memerangi perbedaan waktu. Apa aku mampu ? Apa aku harus diam menunggu ?

Aku mencintainya, dengan jemari yang tak bisa tertaut karena jarak yang tak bisa diukur dengan batas - batas yang ada.

Aku mencintainya, dengan beda waktu antar pagi nan malam, pun siang nan sore, pun waktu kerja nan istirahat.

Aku mencintainya, dengan segenap jiwa dan raga yang selalu berdoa agar tak lagi menjadi luka yang berubah trauma, yang selalu berdoa agar yang kutanam adalah bunga yang indah tanpa duri yang menusuk seketika.

Aku mencintainya, dengan sungguh, dengan aku yang selalu menunggu kapanpun itu.

---

Aku terus memikirkanmu. Di malam - malam yang kutahu harusnya tak perlu seberat ini. Cinta itu datang tanpa aba - aba apapun. Ya, semuanya harus tahu soal itu. Cinta yang bisa saja datang hanya karena ucapan selamat malam, atau balasan instastories, atau satu dering yang sedemikian rupa terulang di hari - hari yang semakin melelahkan ini.

Aku tidak punya alasan untuk berhenti. Padahal, seharusnya tidak perlu sedalam ini. Harusnya kamu yang jauh itu tidak perlu kupikirkan sebegini. Tapi, lagi - lagi tapi. Aku terus menerus menepis perasaanku dengan kata "tapi". Padahal aku sudah mencintaimu. Aku sudah menyayangimu tanpa kamu tahu.

Jadi kapan kita melanjutkan obrolan itu ? Sekarang kamu kemana ? Kenapa langsung menghilang ? Kamu terlalu jauh, aku tidak kenal teman - temanmu di tempatmu itu.


Bagaimana aku bisa tahu kabarmu?

Bagaimana aku memulai semua yang sudah tertunda itu?

Jawab aku,

Tidak apa untuk membuatku menunggu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumohon

Harusnya menguatkan kita...