Harapan

Semua manusia punya harapan. Semua harapan menyenangkan. Tapi, kalau mengutip katanya Rintik Sedu dalam Novel nya berjudul "KATA", orang yang paling bahagia adalah orang yang tidak pernah berharap. Memangnya ada? Mungkin saja ada.


Mengenai hal itu, malam ini kepalaku terusik lagi, apa benar pihakku saja yang berharap, ya? Apa di kamu tidak ada? Setelah perkenalan dan kedekatan yang kuanggap tidak biasa - biasa ini apa benar cuma aku yang terjebak di lubang harap seorang manusia?

Terlalu banyak tanya, bagiku sementara bagimu terlalu banyak maaf. Maaf yang berulang. Aku mungkin saja terlalu posesif. Ah, benar aku posesif sudah berkata ini-itu padamu yang sebenarnya "bukan siapa - siapa" hanya sebatas teman saja, mungkin, ya, aku cuma bisa berkata mungkin karena memang tidak ada kesepakatan apapun di antara kita.

Sederhananya, kenapa aku terus menunggumu atas kesibukan hari - harimu, memangnya untuk apa? Apa aku punya hak dalam sebongkah waktumu yang tengah luang? Aku juga heran, kenapa aku selalu menanyakan "Apa kamu sibuk?" ; yang paling aneh, aku selalu menunggu kau menceritakan bagaimana penatnya hari ini, bagaimana harimu berjalan, baik atau buruk, kah? Padahal, aku siapa?

Harapan, benar, aku tidak tahu apa mungkin ada orang - orang yang tidak pernah berharap di dunia ini. Aku ingin belajar akan itu. Sebab aku tidak tahu bagaimana mungkin aku bisa tidak berharap pada manusia sepertimu itu.



-ch-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumohon

Harusnya menguatkan kita...