Cerita Kita Belum Selesai

Cerita kita belum selesai.

Meski tak ada satu pesanpun darimu hingga hampir seminggu ini. Namamu masih menjadi nama favorit yang senang kuucapkan, sendirian. Namamu masih menjadi nama yang kuidam-idamkan, menjadi pembaca pertama semua tulisanku. Tulisan tentangmu, tulisan bahagia, senang, luka, juga patah. Namamu masih menjadi alasan aku bisa berlama-lama menulis cerita dan sajak sebelum tidur. Namamu masih menjadi alasan, yang membuatku tenang dan senyam-senyum sendiri pada sebuah percakapan lama.


Cerita kita belum selesai, setidaknya pada pihakku. Aku tidak peduli, jika bagimu tak ada kedekatan apapun di antara kita, sebab aku tahu jika aku jatuh sendirianpun aku tetap bisa bahagia sebab itu. Meski ada luka yang bersamaan hadir dengan cinta itu.


Kalau boleh jujur, aku memang sedang merindukanmu. Sangat. Tapi aku tahu, kamu pasti sibuk, dan aku juga bukan siapa-siapamu. Kalau boleh jujur, aku ingin sekali bertemu denganmu, meski cuma virtual lewat video call, telepon, pesan suara, atau bahkan cuma lewat pesan singkat dan emoji mu seperti biasa. Haha. Iya, kalau dipikir-pikir kita memang cuma bercakap lewat pesan singkat saja, ya. Bertemu dan berbincang lama baru tiga kali. Tapi bisa membuatku sebegini.


Cerita kita belum selesai. Jika kau tak ingin ada kita, maka biar kuulang. Ceritaku belum selesai.



-ch-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumohon

Harusnya menguatkan kita...