Selamat Malam
Selamat Malam.
Dingin, ya? Padahal tidak hujan.
Aku tidak tahu basa-basi, iya, aku ingin bercerita saja. Aku sedang merasa salah pada diriku sendiri karena terus berharap pada seseorang. Aku sudah mencoba berkali-kali untuk berhenti, tapi entah kenapa rasanya susah sekali. Tiap kali kurasa sedikit lagi bisa berpaling darinya, tiba-tiba satu pesannya akan masuk lagi dalam layarku. Ah, aku sudah pernah mencoba memblokirnya, tapi rasanya itu malah menyiksa batinku. Aku selalu saja merasa ingin tahu dia sedang apa, dimana, dengan siapa, padahal dia juga sebenarnya tidak sering bahkan terhitung jarang mempublikasikan kegiatannya. Aku selalu saja merasa ingin tahu apakah dia sedang baik-baik saja, atau sedang sakitkah, sedang pusing dengan pekerjaannya kah, atau bagaimana. Aku tahu seharusnya bisa saja tidak seberlebihan ini, karena kurasa dia juga sudah tahu kalau aku menyukainya. Cuma, yaa akan ada selalu tapi untuk hal-hal yang tidak bisa dijelaskan.
Malam ini, aku lagi-lagi merindukannya tapi ya aku bisa apa, bahkan untuk pesanku hari itu masih abu-abu. Itu tidak akan berbalas, rasanya. Pahit sekali ya, padahal kukira jika suatu hari aku jatuh cinta aku akan sangat bahagia, ternyata cinta pertamaku ini sungguh sangat menuai luka. Berat, pahit, sakit. Sungguh dan sangat. Aku tahu, suatu hari, pasti aku akan menyatakannya secara gamblang akan perasaanku ini, tidak peduli akhirnya akan jadi apa, setidaknya mungkin dengan menyatakannya aku bisa perlahan melupakannya.
Beberapa waktu lalu, di saat kita bertemu di tempat yang tak pernah kita rencanakan itu aku sangat ini menyatakannya padamu, tapi bahkan untuk menatap matamu aku tidak bisa. Bahkan untuk bersikap layaknya biasa-biasa saja juga tidak bisa. Bahkan untuk menormalkan detak jantungku aku tidak bisa. Di tempat itu, mungkin saja akan menjadi akhir kita bertemu, karena toh sekarang aku juga sudah jauh sekali darimu, dan harusnya aku bisa tahu bahwa kemungkinan untuk bersama denganmu semakin jauh dari kata berhasil.
Aku juga kembali melihat sosial media wanita itu, wanita yang kupikir adalah teman dekatmu saat ini. Meskipun waktu itu kesimpulan akan kau yang ternyata punya kekasih atau tidak menyatakan bahwa tidak, aku tetap berpikir mana mungkin seorang wanita menulis namamu di bio sosmednya dan kalian tidak punya hubungan apa-apa. Kembali. Aku hanya menstalk akunnya, melihat dia yang memang mungkin sangat sepadan denganmu daripada aku. Haha, aku menulis ini sambil menangis lagi.
Kenapa ya, aku masih bisa bertahan denganmu. Kenapa ya, aku merasa berat sekali tanpamu padahal dulu hidupku normal-normal saja sebelum bertemu denganmu. Mengenalmu sudah mendekati setahun, itu artinya sudah hampir setahun juga aku menyimpan rasaku padamu dan kamu tidak membalas itu...
Hampir satu tahun, aku menggantungkan harapanku padamu, mengabaikan orang-orang yang datang padaku, memilih kamu. Seseorang yang sangat pendiam, sangat cuek, sangat tidak tahu cari pembahasan, sangat tidak peka, tentu saja. Hampir satu tahun, aku mencintai seseorang yang sampai sekarang aku juga bingung kenapa. Pada intinya, aku hanya ingin bilang jikalau malam ini, aku sedang merindukanmu...
04 Maret 2021
-ch-
Komentar
Posting Komentar