Aku seharian menunggu kabarmu, minimal ucapan selamat pagi yang kemarin-kemarin kerap kali kau ucapkan tiap pagi saat aku mengambil handphoneku, atau perintah agar aku lekas tidur. Nihil, rasanya aku seperti terhempas begitu jauh... Aku paham, kendati mungkin aku memanglah orang baru dalam hidupmu, aku sangat terlalu untuk kamu yang hanya cuma itu, aku hanyalah orang asing yang tiba-tiba dibuat nyaman olehmu tanpa sengaja. Aku paham, perasaan nyaman ini tidak seharusnya ada. Tapi apa memang seperti itu? Apa memang kau sama sekali tidak mengharapkanku? Aku seharian menunggu kabarmu, sungguh. Entah kenapa, entah kenapa aku begitu terlalu, entah mengapa aku juga gengsi untuk menyapa lebih dulu. Benar katamu, aku terlalu berhati-hati. Jelas saja karena aku takut jika kelak aku jujur akan perasaanku dan kamu tidak menyambutnya baik. Bukankah semua manusia memang ingin perasaannya berbalas? Bukankah manusia memang ingin dicintai, ingin dikasihi, ingin disayangi? Aku selalu mencoba berhenti, ...