Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Selamat malam, hati.
Aku tidak tahu menulisnya. Malam ini, aku merasa menjadi penulis terbodoh bahkan di cerita nyataku sendiri. Aku merasa menjadi gadis terbodoh sepanjang masa. Aku merasa menjadi gadis terburuk. Aku merasa menjadi teman yang paling buruk. Aku sudah sembilan belas tahun, tapi bagaimana mungkin aku bisa jatuh di tempat yang seperti ini? Bagaimana mungkin aku bisa tenggelam di tempat gelap yang benar benar kusadari itu adalah tempat yang sama sekali tak ada cahaya.
Hati, kamu kenapa?
Aku sama sekali tidak mengerti, aku tidak mengerti mengapa laki-laki dan perempuan tidak bisa berteman tanpa ada rasa ingin memiliki lebih dari teman, maksudku ah kau tau lah sendiri apa itu. Aku sama sekali tak pernah percaya itu, tapi perlahan mengapa aku seakan menyuruh hatiku percaya?
Sekali lagi aku tidak mengerti, bagaimana jatuh cinta itu. Aku tidak mengerti mengapa aku begitu mudah membiarkan hati ku di patahkan begitu saja. Aku tidak mengerti mengapa disaat laki-laki dan perempuan bersahabat akan ada luka yang mereka sisakan, entah satu pihak atau justru kedua belah pihak. Entah karena takut merubah keadaan, entah karena menjaga hati yang lain, entah karena takut tak berbalas atau karena satu pihak memang sadar diri tidak pantas.
Malam ini aku tidak mengerti, mengapa aku menulis seperti ini. Apa karena aku ingin kau melihatku? Apa karena aku jenuh dengan sikapmu? Apa karena aku telah benar benar menyukaimu? Bagaimana jika itu benar? Tapi sebelumnya, aku ingin bertanya pada diriku sendiri, apakah aku menulis ini dengan menggunakan hati atau ini hanya perasaan lewat dari otak yang bingung terhadap perasaan si pemilik?
Bagaimana mungkin?
Aku tidak mengerti
Sungguh
Kali ini percayalah padaku
Aku tidak tahu harus bagaimana.
Jika menghilang dari bumi adalah sebuah hal yang mudah atau pindah planet adalah hal yang sangat mudah aku ingin melakukannya. Rasanya aku mau hilang.
Semesta, bantu aku kali ini.
Kumohon jangan salah kan aku, aku juga tidak tahu mengapa begini jadinya, apakah aku benar benar salah kali ini? Apakah aku benar benar mengkhianatimu? Apakah aku benar benar ahh.... Tapi ku fikir, ini hanya sesaat .. Semoga saja? Tapi, lagi lagi aku ingin bertanya, apakah kalimat barusan berasal dari hatiku atau dari otakku?
Sekali lagi, aku tidak mengerti.
.
.
.
_ch
Komentar
Posting Komentar