Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

lukalama...

Fotonya kini sudah usang. Benar bahwa harusnya yang lama tak perlu ditoleh lagi. Sedari tadi jariku menilik hal - hal yang sudah lama, pesan lama, foto lama, pun ingatan - ingatan lama. Aku selalu ingin membuatnya jelas, bahwa dia hanya pergi sebentar, sedikit lagi pulang. Tapi kenyataannya dia sekarang bersamanya, tak mungkin pulang. Bukan, dia sudah pulang, di tempat seharusnya, bukan disini, tapi disana. Aku selalu dan terlalu ingin membuatnya jelas, hingga masanya adalah kini kau adalah dia, dia adalah kau. Kenangannya terlalu banyak untuk dilupa begitu saja, meski telah bertahun lamanya. Meski jemari kini sungkan mengirim pesan. Meski kini series kesukaan kita sudah berakhir musimnya, meski cerita - cerita rumit kini tak lagi bisa kuceritakan, meski puisi - puisi cinta tak bisa lagi kukirimkan, aku nyatanya masih diam. Entah sampai kapan... Kutilik lagi sebentar, foto profile-mu yang kini berdua dengannya. Haha. Aku cemburu, tentu saja. Tapi itu tak perlu, tak perlu untuk kau tima...

larut

Bicara soal perasaan yang telah larut terlalu jauh. Tak terasa waktu berlalu, Bulan Maret telah sampai lagi di hadapan mataku. Sejauh ini, sejauh aku berlari, sejauh aku menahan semua pedih, ternyata aku masih sebegini. Kurasa bahwa banyak di sekitarku tapi aku masih berada disini, di Bulan Maret yang dulu sangat kunanti tapi kini malah menjadi saksi betapa hancur dan perihnya ditinggal pergi. Harusnya kita paham. Bukan. Harusnya aku yang paham, bahwa hal yang sudah kita tahu resikonya, lebih baik tidak usah dimulai saja.